Select Page

ANDREA HIRATA

Pelangi dari Belitong

Andrea Hirata lahir dan menjalani masa kecilnya di sebuah pulau yang pernah berjaya lewat tambang timah, Belitong. Lahir dari keluarga kuli timah yang miskin, Andrea sangat menikmati masa kecilnya yang penuh keceriaan. Bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam Laskar Pelangi, mereka berjuang meraih cita-cita meskipun kondisi hidup di tengah kemiskinan dan keterbatasan benar-benar tidak mendukung. Kekagumannya terhadap Bu Mus, guru di sekolah dasar yang mendukung mimpi-mimpinya, memantik hasrat Andrea untuk menuliskan novel Laskar Pelangi. Ditulis  hanya dalam 3 minggu, Laskar Pelangi kini beredar di lebih dari 130 negara.

Penghargaan

Finalis Khatulistiwa Literaly Award (KLA) tahun 2007

Paramadina Award 2009

BuchAwards Jerman 2013

Festival Buku New York (General Fiction Category) 2013

Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015

Anugerah Buku ASEAN 2018

Fakta Umum

  • Semasa kecil berganti nama sebanyak 7 kali.
  • Saat remaja berganti menjadi Andrea Hirata atau lengkapnya Andrea Hirata Seman Said Harun.
  • Menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Muhammadiyah (yang ia ceritakan dalam novel Laskar Pelangi)
  • Laskar Pelangi adalah sebutan untuk para sahabatnya.
  • Andrea menempuh S-1 di Universitas Indonesia pada Fakultas Ekonomi.
  • Mendapat beasiswa S-2 di Université de Paris, Sorbonne, France dan Sheffield Hallam University, United Kingdom.
  • Tesis Andrea dalam bidang ekonomi telekomunikasi mendapatkan penghargaan dari kedua universitas tersebut dan lulus dengan nilai cum laude.

Karya

Sirkus Pohon

Baiklah, Kawan, kuceritakan kepadamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena sel, lalu wajib lapor setiap hari Senin, di Polsek Belantik. Benci nian aku pada delima itu, lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jumat burung kekelong berkaok-kaok di puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat delima itu, karena aku tahu pohon itu didiami hantu.

Laskar Pelangi

Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati kepada mereka. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Buku ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih meyakini adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan.

Ayah: Sebuah Novel

Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.

FILM ADAPTASI

ANDREA HIRATA DAN LASKAR PELANGI:

  • Saat kelas III SD, bermimpi menulis kisah inspiratif tentang Bu Mus, guru yang berjasa terhadap mimpinya yang kemudian pada tahun 2005 berhasil diterbitkan dengan judul Laskar Pelangi.
  • Buku Laskar Pelangi ditulis hanya dalam 3 minggu.
  • Buku Laskar Pelangi sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih dari 130 negara.

TESTIMONIAL

“A conventional prose, charming, and uplifting.”

—The Economist

So smart, so beautiful.”

—Lesley Ann Wheeler

“Tidak ada yang mengalahkan kekuatan cinta yang murni dan tulus. Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang, tetapi juga menerangi kehidupan orang banyak.”

—Kompas

“Endearing and inspirational.”

—The Guardian

“Sebuah novel yang menggugah. Siapa pun yang membaca akan termotivasi dan merasa berdosa jika tidak mensyukuri hidup.”

—Andy F. Noya

Bentang
Pustaka

Keep in Touch