Di awal tahun 2019, Andrea Hirata tampaknya akan memberi kejutan kepada para penggemarnya. Sebab, penulis kelahiran 24 Oktober 1967 silam ini baru saja mengumumkan akan merilis novel terbarunya. Tidak hanya satu, tetapi dua novel sekaligus.

Setelah menerbitkan novel Sirkus Pohon pada 2017 lalu, di awal tahun 2019, Andrea Hirata tampaknya akan memberi kejutan kepada para penggemarnya. Sebab, penulis kelahiran 24 Oktober 1967 silam ini baru saja mengumumkan akan merilis novel terbarunya. Tidak hanya satu, tetapi dua novel sekaligus. Hal ini diungkapkan langsung oleh Andrea Hirata melalui akun Twitter pribadinya beberapa waktu lalu.

“Assalamualaikum Kawan, selamat Tahun Baru, semoga selalu gembira di 2019, mudah-mudahan pula 2 novel baruku terbit awal tahun ini. Mohon doamu. Salam rindu, Hirata,” tulisnya.

Sebelumnya, laki-laki yang sering disapa Pak Cik oleh penggemarnya ini juga sempat menuliskan cuitan yang sama, bahkan sempat menanyakan kepada warganet mengenai harapan-harapan terhadap dua novel tersebut. Berbagai tanggapan warganet pun berdatangan, salah satunya adalah pemilik akun @ahdan_a. Ia berharap kedua novel Andrea Hirata masih sarat dengan kearifan lokal dan memberikan pengetahuan mengenai belahan bumi lain. Selain itu, akun @jaresapa pun menuliskan harapan lain. Ia berharap novel terbaru Andrea Hirata masih sarat akan nilai humanis, seru, dan masih menyisipkan komedi ala melayunya.

Buat kamu para penggemar Andrea Hirata yang ingin tahu mengenai seluk-beluk kedua novel terbarunya, tenang saja, Tim Bentang Pustaka akan memberikan sedikit bocorannya. Kedua novel ini mungkin akan berbeda dengan novel-novel Andrea Hirata yang lainnya. Sebab, satu dari kedua novel Andrea ini mengangkat tema yang jarang diambil oleh para penulis Indonesia. Selain itu, kamu juga akan disuguhi berbagai kejutan yang mungkin tak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Selama ini, Andrea Hirata memang terkenal sebagai penulis novel yang cukup produktif. Karya pertamanya, Laskar Pelangi yang terbit pada tahun 2005 mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat Indonesia karena sarat akan motivasi dan pelajaran hidup di dalamnya, juga menyorot dunia pendidikan di pelosok Indonesia. Tidak hanya itu, novel ini pun sempat diangkat ke layar lebar dan juga diterjemahkan ke dalam 26 bahasa, seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman, dan lain sebagainya. Melalui novel ini, beberapa penghargaan pun berhasil didapatkan oleh Andrea Hirata, yakni Penghargaan Buchawards Jerman pada 2013, Penghargaan Festival Buku New York pada 2013, dan Honorary Doctor of Letters dari Universitas Warwick pada 2015.

Selain novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata menuliskan tiga lanjutannya, yakni Sang Pemimpi (2006), Edensor (2007), dan Maryamah Karpov (2008). Selain empat karya yang tergabung dalam Tetralogi Laskar Pelangi tersebut, Andrea Hirata menulis novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas (2010), Sebelas Patriot (2011), Laskar Pelangi Song Book (2012), Ayah (2015), dan terakhir Sirkus Pohon (2017). Kedua novel yang akan terbit tahun ini akan jadi novel kesebelas dan novel kedua belas Andrea Hirata.

Penasaran kapan kedua novel ini dirilis? Yuk, pantau terus media sosial Bentang Pustaka!